Janganlah kalian saling membenci, saling hasud, saling membelakangi dan saling memutuskan tali persaudaraan, tetapi jadilah kalian hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim tidakdiperbolehkan mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari
(HR Bukhari dan Muslim)
Pernah gak sih ngerasa tiba-tiba benci sama seseorang padahal seseorang itu gak terlalu kita kenal? atau pernah gak sih susah move on dari orang yang sudah menyakiti hati kita, baik karena perkataan maupun perbuatan yang menurut kita itu sangat menohok.
Pernah juga gak sih kesal sama pasangan atau orang tua, saking kesalnya sampai benci.
Sampai ada juga yang saking bencinya sama seseorang, mendengar namanya saja atau sekedar berpapasan sudah membuat malas, apalagi kalau ditakdirkan untuk bertemu?
Hmmm.. kira-kira kenapa yah bisa kayak gitu?
Flashback yuk sebentar,
Jadi pas di salah satu acara bloggerday kemarin dan aku kebagian bertanya ke Dr Dave yang merupakan dokter ahli energi. Aku bertanya gimana sih caranya biar aku gak benci sama seseorang?
Dr Dave tanya balik, apakah aku punya janji dengan orang itu di masa lalu, sehingga saking gak bisanya menepati membuat aku jadi benci?
Jawaban aku gak ada.
So, jadi untuk apa membenci seseorang di masa lalu kalau kita gak pernah berjanji apapun.
Hmmm, dipikir-pikir benar adanya yah. Ngapain juga berlama-lama membenci seseorang.
Akankah seseorang itu sebut saja si Fulan ini memikirkan aku juga? Bisa jadi si Fulan sudah lama move on tanpa aku tahu, sedangkan aku masih terkungkung dengan rasa benci yang mendalam.
Rugi banget. Unfaedah guys!
Dari sepenggal kisahku diatas, bisa jadi mungkin kamu pernah mengalami atau bahkan ada yang masih merasa benci sampai sekarang?
Bisa jadi diri kita sendiri yang membiarkan rasa benci itu terus tumbuh dan lama-lama menutupi hati kita.
Kalau udah kayak gitu keadaannya, lebih baik mulai sekarang yuk belajar untuk gak mudah kesal, gak mudah membenci seseorang agar hati dan pikiran kita lebih positif dan tenang.
Caranya bagaimana? ini dia 5 cara agar kamu gak mudah membenci seseorang.
1. Mengingat Kebaikan
Salah satu cara paling ampuh untuk menghilangkan rasa kesal dan benci kepada seseorang adalah dengan mengingat kebaikannya. Rasanya mustahil jikalau seseorang tidak memiliki 1 kebaikan. Meskipun kebaikan itu bukan kebaikan yang besar, tapi cobalah ingat kebaikannya minimal 1 kebaikan saja agar yang tadinya mau kesal atau benci jadi gak terjadi. Terus lakukan secara continue sampai rasa kesal dan benci itu memudar lalu hilang.
2. Ikhlas dan Sabar
Ilmu ikhlas dan sabar itu memang gak mudah, tapi asal kita mau mencoba dan berusaha pasti bisa. Ikhlas buat gak nyinyirin atau julidin orang lain pasti bisa. Karena fitrah kita sebagai manusia sebenarnya adalah untuk menjadi orang baik bukan untuk menjadi orang yang tidak baik.
Kalau soal ikhlas dan sabar ini, tokoh yang paling bisa jadi teladan ya Rasulullah SAW. Kurang ikhlas dan sabar apalagi Rasul saat beliau dinyinyirin, dilempar batu, dihina oleh kaumnya sendiri, tapi apakah Rasul langsung marah, langsung membalas dengan keburukan, atau mendoakan bencana untuk kaumnya? jawabannya TIDAK.
Persamaan Rasul dan kita adalah sama-sama manusia makhluk ciptaan Allah. Bedanya Rasul bisa sangat lapang dada dengan ikhlas dan sabar, lalu tanyakan apakah kita mampu seperti beliau untuk ikhlas dan sabar? terutama saat diuji oleh ketidaknyamanan yang akan menimbulkan kekesalan dan kebencian.
3. Jadilah Pemaaf
Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Tapi barangsiapa memaafkan dan berbuat baik maka pahalanya atas (tanggungan) Allah.
(QS Asy-syura : 40).
Memang dalam penggalan ayat diatas diperbolehkan jikalau kita merasa didzalimi orang lain boleh dibalas, tapi ingat lanjutan ayatnya bahwa memafkan adalah perbuatan yang lebih baik. Baik memaafkan diri sendiri juga perlakuan orang lain terhadap kita. Karena pahala akan Allah berikan bagi orang yang memaafkan. (fokus saja ke pahalanya)
4. Berpikir Positif (Husnudzon)
Kadang kita suka gak sadar kalau sebenarnya yang menimbulkan rasa kesal dan benci itu adalah diri kita sendiri. Karena apa sih? awalnya dari pikiran-pikiran negatif yang diciptakan oleh diri sendiri dan seolah-olah menjadi pembenaran dan hasilnya apa? hasilnya kita malah kesal atau benci sama seseorang.
Balik lagi ke point satu, kalau pikiran-pikiran negatif udah mulai ngeracun dipikiran kita, ingat saja kebaikan yang pernah diperbuat orang lain terhadap kita. Atau cara lain agar pikiran tetap positif adalah dengan mensyukuri apapun keadaan yang terjadi kepada kita. Gak usah membanding-bandingkan hidup kita dengan orang lain, karena hidup itu "pasangka-sangka" alias saling sangka.
Contoh :
A : "Duh enak yah hidupnya si B, gak perlu repot, apa-apa mudah."
B : "Coba hidup kayak si A, pasti deh lebih tenang dan enjoy."
Hayoh, siapa yang pernah kayak gini? hehe
5. Instrospeksi Diri (Muhasabah)
Kalau semua cara sudah dilakukan tapi rasa kesal berujung benci dan dendam itu masih mengkungkung tubuh, hati dan pikiran kita. Coba deh untuk introspeksi dan muhasabah diri. Gak perlu dengan curhat ke teman, atau pergi ke psikolog. Cukup gelarkan sajadah, tundukkan kepala ke bumi, bersujud, menangis, minta pada Illahi, agar sang Ilahi Sang Maha membolak balikkan hati manusia, membuat kita berubah menjadi manusia yang lebih baik.
***
Aku ingin tidak hanya bisa menuliskannya saja, tapi aku pun ingin mempraktekkan kelima cara agar tidak mudah membenci seseorang yang aku tulis ini. Mudah-mudahan setelah semua terekam disini, bisa membawa perubahan untuk aku dan semoga juga membawa manfaat untuk kamu, iya kamu yang membaca tulisan aku ini.
Coba sekarang ikuti, bilang sama diri sendiri depan cermin
'Kamu, iya kamu, aku sudah memaafkanmu dan biarkanlah aku ikhlas dengan semua hal yang pernah terjadi di masa lalu. Supaya hidupku dan hidupmu juga tenang."
Akhiri dengan senyuman.
Bisa yah? aku yakin pasti bisa.