Workshop | Pengelolaan Keuangan Bagi UMKM bersama #IbuBerbagiBijak
August 29, 2019
Apa kabar untuk emak para penggiat Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) ? Kali ini aku berkesempatan untuk hadir dalam workshop yang diselenggarakan oleh Visa melalui #IbuBerbagiBijak yang membahas tentang pengelolaan keuangan bagi emak yang mempunyai usaha.
Sebelumnya nih mak, aku mau tahu dulu. Kira-kira emak pada punya usaha apa? sudah berapa lama berjalan? sudah seperti apa pengelolaan keuangannya? adakah laporan neraca laba rugi? atau hanya catatan arus kas saja?
Nah, kira-kira bisa gak jawab semua pertanyaan yang aku ajukan?
Terus apakah selama ini usaha emak itu menghasilkan profit, rugi, atau yang penting balik modal aja deh.
Mulai bingung ya mak?
Tenang mak, jangan bingung dulu hehe.
Tenaaaaaang...
Aku bersama kumpulan emak blogger, akan membagikan ilmu yang aku dapat di workshop ini. Narasumber yang menyampaikan materinya pun gak perlu diragukan lagi. Dia adalah Prita Hapsari Ghozie. Seorang konsultan perencanaan keuangan dari Zap Finance yang wajahnya sudah seringkali menghiasi layar kaca.
Hayo, ada yang sudah kenal dengan beliau?
Daripada penasaran, aku mulai ke poin utamanya ya mak
Prita Hapsari Ghozie |
Tantangan Memulai Usaha
Berbicara tentang tantangan memulai usaha, kebanyakan apa sih yang terlintas dalam benak emak? Modal, lalu apalagi? Sebelum ke modal, sebaiknya emak harus tahu dulu 3 hal ini
1. Mau usaha seperti apa?
Jawabannya mudah, apakah mau memulai usaha dari hobi, lalu apakah sudah terlihat target marketnya dan apakah sudah dipikirkan bagaimana jam kerjanya
2. Mengetahui Untung Vs Rugi
Kadangkala emak suka bingung, membedakan mana uang untuk modal, mana yang pure omzet. Jangan-jangan selama ini usaha, malah yang muter uang modal bukan uang omzet.
Lalu emak ini usaha atau cuma muter-muterin uang aja. (berpikir keras)
Untuk itu tipsnya adalah
- Pisahkan keuangan pribadi dan usaha, bisa dengan perbedaan jenis tabungan
- Buatlah catatan arus kas, baik yang masuk maupun yang keluar
- Ketahuilah juga mana keuangan yang termasuk modal investasi dan mana keuangan untuk biaya
3. Pikirkan Pertimbangan Lain
Memikirkan pertimbangan lain saat akan memulai usaha. Misalnya apakah usahanya akan dilakukan sendiri atau bermitra. Kalau bermitra pilihlah mitra yang memiliki visi misi yang sama. Pikirkan juga tentang modal usaha, apakah akan memakai dana pribadi atau dana pinjaman.
Memahami Modal dan Kebutuhan Dasar
Setelah mengetahui hal dasar untuk memulai usaha, emak juga harus tahu tentang modal dan kebutuhan dasar. Perbedaannya ada di tabel berikut
Terbagi menjadi tiga bagian, modal investasi awal, modal kerja operasional dan biaya tetap. Masing-masing memiliki pos-posnya tersendiri.
Alternatif Sumber Pendanaan
Masih bericara soal modal usaha. Menurut Mbak Prita, ada beberapa pilihan lembaga untuk dijadikan alternatif sumber dana, diantaranya Bank, Lembaga Keuangan Multi Finance, P2P Lending (Pinjaman Online).
Pinjaman Online
Saat ini marak sekali financial technologi yang dengan mudahnya dapat menggelontorkan dana sejumlah yang kita mau dengan syarat dan waktu yang sangat cepat. Tapi mak, tolong dipikirkan ulang ya. Memang ada plus dan minusnya.
Kelebihan dan Kekurangan Pinjaman Online |
Lebih waspada juga ya mak, jikalau memilih pinjaman online. Pastikan telah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Memahami Situasi Keuangan
Dalam mengelola suatu usaha, hanya ada 3 situasi dalam keuangan yaitu
- Profit : berarti menghasilkan laba
- Loss : berarti rugi
- Break Even : Hanya mencapai titik impas (balik modal saja)
Nah, mak kira-kira sudah tahu cara mengukurnya?
Cara mengukurnya dibagi 2 juga
1. Financial analysis : berdasarkan adanya laporan neraca (balance sheet), laporan laba rugi dan juga catatan arus kas
2. Feeling Analysis : hanya berdasarkan perkiraan semata (kayaknya sih untung,'kayaknya').
Nah, kira-kira emak termasuk yang mana? no 1 apa no 2? Ayoo jujur.
Mengapa perlu mengelola keuangan
Tujuannya sederhana, supaya kondisi keuangan kita sehat dan ideal. Caranya bisa dengan Financial check up, Mengelola arus kas dan merencanakan keuangan.
atau bisa juga dirumuskan dengan rumus ZAPFIN berikut :
Zakat
Assurance
Present Consumption
Future Spending
INvestment
Nah, kira-kira seperti itu mak, langkah-langkah dalam mengelola keuangan terutama untuk emak yang memiliki usaha. By the way, pekerjaan kita sebagai blogger alias freelancer pun menurut mbak Prita merupakan suatu usaha kok.
Modal dasarnya apa, kita harus punya skil dalam menulis
Biaya operasionalnya adalah adanya laptop dan kamera
Balik lagi ke ulasan tentang Gaya dan Gengsi, tidak perlu ingin laptop dan kamera yang mutahir kalau skill menulis masih gitu-gitu aja, yang perlu dilakukan adalah dengan mengupgrade skill menulis kita, seperti mengikuti pelatihan.
Setelah pemaparan mengenai pengelolaan keuangan dari Mba Prita selesai, dilakukanlah sesi kuis nih, yang bisa menjawab akan ada hadiah oleh-oleh buku dari Mba Prita.
Qadarallah, aku termasuk salah satunya, terimakasih ya mbak Prita bukunya pasti akan aku baca dan insyaAllah jadi pedoman dalam mengelola keuangan.
Bersama dengan Mbak Prita |
Selanjutnya, ada sedikit pemaparan dari Bapak Teguh Dinurahayu yang merupakan Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) regional Jawa Barat.
Bapak Teguh Dinurahayu |
Beliau memaparkan tentang fenomena Fintech bermasalah dan banyak sekali merugikan konsumen. Salah satu fintech yang sedang dalam kasus penelusuran saat ini adalah Aku Mobil.
Aduh, seram sekali ya mak.
Menurut beliau, bahayanya melakukan pinjaman kepada fintech ilegal adalah sebagai berikut :
1. Tidak bisa diadukan ke OJK
2. Data pribadi terancam dapat di akses
3. Bunga dan denda tinggi
4. Cara penagihan dengan mengintimidasi (teror, kekerasan dan gertakan)
Kebanyakan fenomena meminjam pada fintech bukan didasarkan pada kebutuhan produktif (seperti untuk usaha), tapi lebih banyak untuk kebutuhan konsumtif (gaya hidup).
Daripada untuk memenuhi gaya hidup, lebih baik banyak bersyukur saja ya mak, dengan keadaan kita sekarang. Karena masih banyak kok, orang diluar sana yang malah ingin kehidupan seperti kita.
***
Mudah-mudahan ilmu dari workshop bersama Ibu Berbagi Bijak dan Emak Blogger ini dapat bermanfaat ya mak. Terutama dalam hal mengelola keuangan. Yuk mulai benahi keuangan kita saat ini.
35 Comments
Seneng ya dapat sosialisasi begini aku belum bisa totalitas blogger untuk bisa dapat info beragam seperti mbakkuh ini wkwkwk lagi mendaftar di Mak blogger biar tahu info
ReplyDeleteDaftar aja mbak kalo ada event dan kalau waktunya memungkinkan
DeleteWow, membaca ini yuni jadi inget tentang bisnis online yang lagi yuni geluti. jualan gamis dan tas online. dan selama ini yuni sama sekali membuatkan laporan keuangannya. Jadi intinya adalah yuni termasuk pebisnis yang masih mengukur keuangan bisnisnya dengan feeling analysis.
ReplyDelete*tepok jidat
Btw, terima kasih ulasan ini membuat yuni mengerti. Bahwa laporan keuangan itu harus ada. Tidak ada tapi dan alasan untuk menghindarinya jika ingin sukses.
*Tamparan keras banget rasanya.
Sakitnya tuh disini kak.
Hehehe
Tuhkaaan emak-emak emang gitu deh pada pake feeling analysis. Jadinya bingung deh mana modal mana laba hehe
DeleteMemang perlu banget kita mempunyai catatan keuangan. Belum punya bisnis sih aku. Tapi perlu nih nabung u dana darurat. Makasih infonya...
ReplyDeleteNah bener bun, bagi yang gak punya. Kayaknya nabung dana darurat perlu
DeleteSalah satu yang paling sering membuat bisnis itu mandeg di tengah jalan adalah tidak adanya pembukuan atau catatan keuangan. Nah, kegiatan kayak gini bagus tuh sering-sering diadakan sebagai pengingat sekaligus pembelajaran agar bisnis ke depan lebih maju.
ReplyDeleteKalo aku bukan bun, awalnya ada catatan, tapi makin kesini makin amburadul jadinya acak-acakan ehehe mandeg deh langsung bisnisnya
DeleteNah, soal pengelolaan keuangan ini yang bikin maju mundur mau bisnis lagi. Kebayang spare modal untuk beberapa waktu itu lumayan bikin tuing-tuing. Padahal dulu mah ahyuk aja. Lha sekarang justru berumah tangga malah ngeri karena udah ngeri duluan sama pengeluaran keluarga, hehe.
ReplyDeleteKok sama sih mbak, ngerasa pas berumah tangga malah makin ngeri dan keteteran soal pengelolaan keuangan
DeleteSekarang aku sih lagi gak menjalankan bisnis apapun. Karena baru merantau di tempat baru lagi, jadi poin no.1 nya aja belum terbayang. Tapi pengalaman tentang pencatatan pengelolaan keuangan udah aku terapin dalam keluarga. Dan itu memang membantu sekali.
ReplyDeleteSama mba Mira, aku pun belum ada planning bisnis lagi, setelah kemaren lumayan klabakan padahal cuma jadi reseller doang hehe
DeletePengetahuan baru nih buat saya mbak. Buat bekal berbisnis nanti. Dari dulu pengen banget bisniz sendiri. Tapi urus keuangan sendiri aja masih kacau.hahaha..
ReplyDeleteTapi nggak bingung lagi, artikel mbak mega ngebantu aku banget.
Bijak dalam hal keuangan..mau banget pasti. Jadi pengin coba tipsnya mbak Prita juga.
ReplyDeleteNah, setuju soal fintech ini.
Keknya kini banyakan bukan untuk kebutuhan produktif , tapi lebih banyak untuk kebutuhan konsumtif.
Ngerii..
Bener bangets daripada untuk memenuhi gaya hidup, lebih baik banyak bersyukur saja. Karena masih banyak orang di luar sana yang ingin kehidupan seperti kita.
Nah bener, lebih diatur-atur plus ditahan ya mbak, mana yang bener-bener urgent dan kebutuhan mana yang cuma nafsu sesaat doang
DeleteYup dan kadang beda tipis memang . Mana yang untuk jangka panjang peruntukannya dan mana yang cuma saat itu saja. Duh!
DeleteOh, Mbak Prita Ghozie ini dulu sering muncul di majalah Ummi, membahas tentang keuangan memang. Sekarang kurang tahu karena udah gak langganan, hehe.
ReplyDeleteWah, infonya mantap nih. Pernah sih saya punya bisnis kecil-kecilan dan BEP melulu hasilnya, hehe. Perlu taktik dan strategi seperti yg disebut di sini. Sip.
Btw, Mbak Mega ini pakar kalau lagi kuis, ya. Sering dapet. Cihuiii. Alhamdulillah
Hehehe Alhamdulillah mbak lagi beruntung aja bisa jawab dan dipilih
DeleteYess, Teh Mega. Jika harus melakukan pinjaman. Harusnya untuk aktivitas usaha. Bukan untuk kebutuhan produktif.
ReplyDeleteIya, sih. Keuangan untuk bisnis harus tercatat rapi, ya. Supaya bisa mendukung kita mengambil langkah strategis ke depannya
ReplyDeletehoaa... asyique ya event-nya... di kotaku juga ada tapi aku nggak datang mba... untuk ada review acara dari teman-teman...
ReplyDeleteKeren ya acaranya. Mbak Prita banyak nyentil, hihihihi. Semoga makin banyak acara dari Visa yang membuat buk ibuk pada makin melek literasi ya.
ReplyDeleteWorkshopnya kece banget. Narasumbernya kece plus materinya juga bergizi bgd bermanfaat buat mamak mamak.
ReplyDeleteMengelola keuangan untuk UMKM tentu sangat penting dan menunjang laju perkembangan usaha. Workshopnya membantu banget nih Mba, Makasih sharingnya
ReplyDeleteJadi tahu harus bagaimana mengelola keuangan untuk memulai sebuah bisnis baru nih. Semangat
ReplyDeletewaaa neraca laba rugi saya masih acak acak’an. inputny masih asal asalan 😭 terima kasih ilmu mll tulisanny kak 🌟
ReplyDeleteBisa jadi pilihan nih, di saat memulai kembali bisnis nanti. Sekarang masih terus branding dulu biar bisa joss saat siap berbisnis 😍
ReplyDeleteNungguin di lampung gekar acara keren kayak gini
ReplyDeleteAku coba terapkan ZAPFIN aaah... thanks for sharing mbak :)
ReplyDeleteSenengnya bisa ikut seminar seperti ini ya mbak. Semoga di kotaku juga ada. Aamiin.
ReplyDeletePengelolaan keuangan emng penting banget, bahkan nggak cuma buat bisnis sih menurutku. Dalam hidup sehari-harinya perlu juga agar lebih bijak memanfaatkan uangnya
Workshop yg sangat berfaedah untuk bu ibu rumah tangga biar keuangan rumah tangga bisa aman ya mbak. Kalo aku prefer ga ambil pinjam an online sih mbak, ngeri apalagi yg bunga nya gede dan ga terdaftar di ojk.
ReplyDeleteMakasih tipsnya mbak..
ReplyDeleteSaya termasuk yg cuek soal manajemen keuangan ini. Sebenarnya paham manfaatnya, tapi ya gitu deh, kadang tergoda juga utk membeli hal² yg tdk perlu.
Ibu-ibu penggiat UMKM harus memahami pengelolaan keuangan
ReplyDeletenah ini, prioritas..hiks, masih suka lepas niy ama "prioritas"..semua aja lihatnya ada prioritas trus ujungnya tekor..hiks. makasih mbak sharingnya :)
ReplyDeletePenting sekali ya pengetahuan seperti ini agar dalam pengelolaan keluarga dan usaha tidak serampangan dan hasilnya bisa signifikan.. Tfs mb...
ReplyDelete